Peluang Bisnis Tas Boneka

Memasuki tahun ajaran baru, permintaan peralatan dan perlengkapan sekolah meningkat tinggi. Tak hanya buku dan seragam, penjualan tas boneka juga naik pesat. Menyasar segmen anak usia tiga tahun hingga enam tahun, boneka Bernard Bear digandrungi.

Musim tahun ajaran baru menjadi saat paling dinanti oleh produsen perlengkapan sekolah. Saat itulah, permintaan buku, seragam sekolah, dan tas mengalami kenaikan tinggi.

Ini pula yang dirasakan Yazid Jawas, pemilik grosirtasboneka.com asal Cikampek, Jawa Barat. Saat memasuki tahun ajaran baru, seperti sekarang, penjualan tas boneka produksinya mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat.

Jika pada bulan biasa dia hanya memproduksi 3 kodi hingga 4 kodi tas boneka, saat ini, dia memroduksi hingga 10 kodi per hari. Satu kodi terdiri dari 20 tas boneka. “Bahkan saat liburan panjang bisa 15 kodi,” ungkap Yazid yang memulai usaha tas boneka tahun lalu.

Untuk mengejar produksi, Yazid pun menambah jumlah pekerja borongan hingga tiga kali lipat. Jika di bulan biasa, Yazid hanya dibantu oleh 5 orang pekerja, saat musim tahun ajaran baru, pekerjanya mencapai 15 orang.

Lonjakan penjualan itu didukung oleh pasar grosir yang cukup luas. Selain menjual ke toko boneka, Yazid juga menjual tas bonekanya ke toko tas biasa. Saat ini hampir 70% total produksi tas boneka Yazid dipasarkan ke toko-toko tas, sisanya baru ke toko-toko boneka.

Kini, Yazid hanya melayani pemesanan grosir dan tidak menerima pesanan eceran. Selain di Cikampek, tas boneka buatan Yazid juga tersebar ke Tangerang. Satu kodi tas boneka dijual ke toko Rp 430.000 atau Rp 21.500 per tas. Harga itu naik di tangan konsumen akhir menjadi Rp 25.000 per tas.

Menyasar anak usia tiga tahun sampai enam tahun, tas boneka biasanya memiliki bentuk lucu dan menarik. Beberapa karakter yang sering dibuat adalah Sponge Bob, Doraemon, Bernard Bear dan Funny Bear dan Mickey Mouse. “Dari 40 model yang ada, yang sedang digandrungi adalah Bernard dan Funny Bear,” katanya.

Dari hasil penjualan itu, Yazid mengantongi omzet sekitar Rp 9 juta – Rp 13 juta di bulan biasa. Sedangkan di musim tahun ajaran baru atau liburan sekolah omzetnya meningkat menjadi lebih dari Rp 16 juta per bulan.

Peningkatan penjualan juga dirasakan Yos Rosmawati, asal Karawang, Jawa Barat. Yos yang baru menggeluti bisnis tas boneka sejak 2 tahun ini. Saat tahun ajaran baru seperti sekarang, penjualan tas naik 50%.

Dibantu oleh sekitar 20 orang warga setempat, Yos bisa menghasilkan minimal 400 tas boneka sehari. “Paling tidak satu orang pekerja bisa membuat antara 20 hingga 100 tas boneka tiap hari,” katanya. Apabila Yazid menyasar pasar di wilayah Cikampek dan Tangerang, Yos menjual produknya ke wilayah Batang, Pangkal Pinang, dan Batam.

Tas boneka dibuat dari bahan velboa, rasfur dan silikon. Bahan-bahan itu sama seperti bahan baku usaha pembuatan boneka. “Bahan baku velboa dan rasfur memiliki kualitas bagus,” kata Yazid. Dia membeli velboa asal Korea Selatan dari importir yang berada di Cikampek. Velboa ini lebih tebal, lembut, dan kaya warna.

Harga velboa dan rastur Rp 23.000 – Rp 24.000 per yard (1 yard=90 sentimeter). Dari 1 yard bahan bisa dipakai untuk empat tas boneka.

Menurut Yazid, masalah hak cipta menjadi ganjalan dalam bisnisnya. Sebab, setelah dia meluncurkan produk, selang beberapa waktu sudah ada produk serupa yang menjiplak hasil kreasinya. Karena itu, Yazid berhasrat ingin mengurus hak paten agar tidak dirugikan.

Sumber

Pos ini dipublikasikan di Peluang Bisnis dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s