Peluang Bisnis Waralaba Persewaan Video Original

Untuk mengisi waktu senggang, penggemar film box office sering menyambangi tempat penyewaan film. Tingkat pembajakan yang cukup tinggi di negeri ini dan menjamurnya bioskop di pelbagai tempat, ternyata belum menggeser eksistensi rental film. Maklum, mereka telah memiliki segmen pasar yang setia menyewa film-film dalam keping DVD original.

Keterbatasan waktu untuk menonton film di bioskop menjadi celah pasar bagi para pemilik rental film. Apalagi, dengan menyewa, para penggemar film tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menonton aksi tokoh kesayangannya.

Tak heran, usaha rental film tak pernah mati. Pemain baru pun terus bermunculan. Anda berminat menggeluti bisnis ini? Anda bisa menengok tawaran waralaba DVD Club dan Goal Disc.

DVD Club

DVD Club mulai membuka gerai penyewaan DVD orisinal sejak tiga tahun lalu. Mulai tahun ini, mereka menawarkan waralaba dengan investasi Rp 30 juta.

Menurut Erni Chandra, Business Development Manager PT DVD Club, saat ini DVD Club tersebar di lima kota: Jakarta, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan Palembang. “Sejauh ini, kami masih fokus mengembangkan bisnis di Jawa,” jelasnya.

Erni menjelaskan, sebenarnya investasi Rp 30 juta itu tidak mutlak. Bila calon mitra telah memiliki komputer serta furnitur yang memadai, mereka tinggal menambah Rp 10 juta.

Dengan dana itu, mitra bisa mendapat 2.000 keping video orisinal dengan pelbagai macam judul dan jenis film, mulai dari drama, komedi, horor, hingga aksi. “Investasi Rp 30 juta khusus untuk mitra yang ingin membangun bisnisnya dari nol,” ujar Erni.

Setiap bulan, mitra bisa meraih omzet Rp 10 juta. Sebanyak 50% di antaranya dialokasikan sebagai royalty fee dan biaya penyediaan DVD film baru tiap minggu.

Perincian biaya royalti dihitung sesuai dengan perolehan omzet. Misalnya, omzet hingga Rp 5 juta, royalty fee-nya dipatok sebesar 5%. Omzet Rp 5 juta-Rp 10 juta sebesar 10%, dan biaya royalti 15% bila omzet mitra berkisar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Dengan asumsi ini, modal mitra bisa kembali dalam hitungan sembilan bulan hingga satu tahun.

Berbeda dengan rental lainnya, gerai DVD Club tak membutuhkan ruang yang luas. Selain itu, operasional gerai bisa dijalankan hanya dengan seorang tenaga kerja. Akan lebih baik lagi, bila usaha rental ini bisa bersinergi dengan usaha lain, seperti minimarket atau kedai kopi.

Seperti usaha rental film lainnya, DVD Club mengutip biaya keanggotaan dari para penyewa atau sering disebut dengan uang deposit sebesar Rp 50.000. Kemudian, biaya sewa Rp 10.000 untuk tiga keping film.

Erni mengatakan, meskipun bersaing ketat dengan bioskop dan televisi berbayar, penyewaan video disc original telah mempunyai pangsa pasar sendiri. “Jadi, tidak bisa membandingkannya secara langsung lantaran segmen yang ditawarkannya pun berbeda,” ungkapnya.

Goal Disc

PT Goal Prima yang membuka gerai Goal Disc sejak 2002, mulai menawarkan waralaba pada tahun 2004. Kini, Goal Disc mempunyai sembilan gerai. Dua di antaranya adalah milik sendiri. Sisanya, kepunyaan mitra yang tersebar di Jakarta, Lampung, Pekanbaru, dan Sidoarjo.

Willy Arif, pemilik waralaba Goal Disc, menuturkan bahwa Goal Disc menawarkan paket investasi dengan nilai Rp 75 juta. Paket itu sudah termasuk franchise fee selama lima tahun sebesar Rp 15 juta, pengadaan 3.000 hingga 5.000 keping cakram padat bermacam judul dan jenis film, komputer dan software, serta pelatihan produk.

Sistem keanggotaan Goal Disc berbeda dengan DVD Club. Goal Disc menyediakan paket langganan yang berlaku tiap bulan, yang terdiri dari paket Rp 75.000, Rp 100.000, dan Rp 150.000. “Selain itu, kami tak menerapkan sistem penalti jika ada keterlambatan pengembalian,” jelasnya. Dengan sistem itu, Goal Disc telah berhasil menjaring 10.000 member di seluruh Jakarta.

Melalui sistem paket ini, omzet yang didekap mitra mencapai Rp 20 juta tiap bulan. Dengan begitu, modal bisa kembali dalam waktu tujuh bulan hingga satu tahun. “Cepat lambat modal kembali tergantung dari lokasi gerai,” kata Willy.

Untuk menyuplai kebutuhan film di gerai mitra, Goal Disc juga menerapkan sistem delivery untuk setiap film yang dipesan mitra.

Meskipun tren orang menyewa cenderung menurun belakangan ini, Willy bilang, pasar bisnis rental penyewaan video dics original masih sangat luas, mengingat penggemar film jumlahnya cukup banyak.

Makanya, Goal Disc mulai mengincar pasar daerah karena persaingan di Jakarta sangat ketat. “Masyarakat daerah masih membutuhkan hiburan, dan penyewaan video original bisa memikat mereka menjadimember,” kata pria 34 tahun ini.

Khoerussalim Ikhsan, konsultan waralaba, mengatakan bahwa usaha penyewaan video orisinal masih cukup bagus. Namun, mitra harus paham benar tentang konsumen yang potensial dan lokasi yang tepat untuk gerai.

Pelaku usaha bidang ini harus senantiasa membangun kesadaran masyarakat tentang kualitas video disc original dibandingkan video disc bajakan yang relatif lebih murah. “Terutama untuk masyarakat daerah yang berorientasi pada harga,” jelasnya.

Demi mendongkrak omzet, Khoerussalim menyarakan, para pemain usaha ini tak hanya menyasar konsumen perorangan tapi juga korporat. Sebut saja, kafe, restoran ataupun tempat hiburan yang sering memutar film. (peluangusaha.kontan.co.id)

Pos ini dipublikasikan di Peluang Bisnis dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s