Peluang Bisnis Kemitraan Toko Buku

Minat membaca di Indonesia terus menanjak. Bisnis toko buku pun menjadi usaha yang cukup menjanjikan. Soalnya, “Setiap tahun tren membaca masyarakat kita terus meningkat,” kata Bambang Adrian Wenzyl, Marketing Development Manager PT Dharmasava Putera Harapan, pengelola Toko Buku Togamas.

Pernyataan Bambang tidak mengada-ada. Buktinya, jaringan Toko Buku Diskon Togamas terus bertambah. Sejak Dharmasava Putera menawarkan kemitraan pada 2006 lalu, kini gerai Togamas sudah mencapai 43 toko yang tersebar di Jawa dan Bali.

Konsep kemitraan Togamas terbilang cukup sederhana. Yaitu, dengan menggunakan konsep bagi hasil. Dengan pola ini, perjanjian usaha tidak akan berakhir di tahun tertentu. Selama mitra masih berminat berbisnis toko buku, jalinan kerjasama masih akan terus berlangsung.

Karena menggunakan sistem bagi hasil, Dharmasava Putera tidak mengenakan biaya royalti ataupun fee lainnya. Namun, kalau modal awal mitra sudah kembali, diperkirakan dalam tempo tiga tahun, Dharmasava Putera akan mulai memungut fee sebagai ganti penggunaan merek Toko Buku Diskon Togamas. Pengelola toko buku ini memungut biaya 1% dari pendapatan bulanan sang mitra.

Menurut Bambang, dengan konsep sederhana yang diusung Dharmasava Putera ini, banyak pemodal yang tertarik menjadi mitra Togamas. Apalagi, buku yang dipajang di setiap gerai toko buku miliki mitra, sekitar 80% berasal dari Togamas dengan sistem konsinyasi.

Dengan begitu, mitra akan merasa lebih untung menjalankan usaha toko buku yang selalu menawarkan diskon ini, karena tidak perlu mengeluarkan modal besar bagi pembelian buku. Bambang menambahkan, saat ini Togamas sudah memiliki jalinan kerjasama dengan sekitar 1.600 penerbit. “Sekitar 360 penerbit di antaranya merupakan perusahaan yang penjualan bukunya cukup besar,” ungkap Bambang.

Omzet Rp 90 juta

Agar bisa menjadi mitra Togamas, investor cukup mengeluarkan modal sekitar Rp 326 juta untuk membuka gerai berukuran 100 meter persegi (m2). Modal bertambah besar menjadi Rp 495 juta jika ingin membuka toko yang seluas 200 m2.

Dana tersebut untuk membiayai peralatan toko buku, media promosi, serta penyediaan sistem yang berhubungan dengan operasional sehari-hari. Selain menjual buku, Togamas juga menjual perlengkapan alat tulis.

Meskipun mengusung penjualan buku dengan potongan harga, Bambang menegaskan, konsep ini tidak akan membuat mitra rugi. Dalam hitungannya, jika lokasi dan pemasaran yang dilakukan sesuai dengan prosedur, mitra bisa meraih omzet sebesar Rp 3 juta hingga Rp 6 juta per hari atau Rp 90 juta sampai Rp 180 juta sebulan. “Dengan pendapatan segitu, mitra bisa balik modal dalam jangka waktu 2,5 hingga 3 tahun,” janji pria 49 tahun itu.

Ketua Dewan Pengarah Waralaba dan Lisensi Indonesia Amir Karamoy menyarankan, agar usaha yang dijalankan Togamas lebih berkembang, ada baiknya Togamas juga menjual buku dengan jenis tertentu atau spesifik yang tidak dilego toko lain. Bagi para calon mitra Togamas, Amir memberi saran dan masukan agar mereka harus lebih jeli melihat karakteristik pangsa pasar. “Mitra harus menganalisis betul tingkat minat baca masyarakat di wilayahnya,” pesan Amir. (peluangusaha.kontan.co.id)

Pos ini dipublikasikan di Peluang Bisnis dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s