Peluang Bisnis Kemitraan Resto di Tempat Wisata

Suhanto Alim selama ini terkenal dengan jaringan waralaba Martabak Alim yang memadukan martabak manis dengan rasa buah-buahan. Setelah sukses mengembangkan waralaba martabak hingga 190 gerai, kini Suhanto menawarkan waralaba baru bernama Resto Alim.

Resto Alim baru berdiri tiga bulan lalu di Pantai Pasir Padi, Bangka Belitung. Resto Alim ini dijalankan langsung oleh pemiliknya, Suhanto. Ia kini menawarkan waralaba bagi investor yang berminat di bisnis resto.

Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan Suhanto mewaralabakan restonya yakni: bisnis restonya berbeda dengan yang lain. Dari segi lokasi usaha misalnya, Resto Alim hanya boleh dibuka di tempat-tempat wisata.

Segmen tempat wisata, menurut Suhanto memiliki potensi yang sangat besar karena ramai oleh pengunjung. “Dan, setiap orang yang berwisata pasti butuh makan,” kata dia. Ia mencontohkan Resto Alim yang dimilikinya di Bangka Belitung. Meski baru buka tiga bulan, jumlah orang yang makan di sana cukup banyak. Saban hari restoran ini bisa melayani hingga 600 pengunjung.

Bahkan ketika jam makan siang, jumlah pengunjung yang datang sering tidak tertampung. Oleh karena itu, Suhanto kini tengah melakukan renovasi untuk menambah daya tampung resto, dari sebelumnya 500 orang menjadi 1.000 orang.

Investasi Rp 2,5 miliar

Ia memilih tempat wisata sebagai lokasi usaha karena jumlah restoran yang ada di kota-kota besar saat ini bisa dibilang sudah sangat banyak. Hal itu membuat persaingan rumah makan atau restoran sangat ketat. “Sewa tempat di kota besar juga sudah sangat mahal,” ujarnya.

Apalagi Resto Alim mengusung konsep restoran yang tidak hanya bisa sebagai tempat makan tetapi juga tempat istirahat dan bermain. Konsep itu tentu saja membutuhkan lahan yang cukup luas paling tidak 5.000 m² hingga 6.000 m². “Konsepnya itu ada saung, taman dan berbagai macam fasilitas lain,” katanya.

Tidak heran jika Suhanto mematok nilai investasi yang cukup besar bagi calon mitra yakni sebesar Rp 2,5 miliar untuk usaha restoran ini.

Nilai investasi itu sudah termasuk pembelian merek waralaba Resto Alim, pendirian rumah makan, perabotan hingga perlengkapan restoran lainnya. Di luar itu, Suhanto, akan mengambil royalti fee sebesar 2,5% dari total pendapatan setiap bulannya. Ia menghitung, nilai investasi sebesar Rp 2,5 miliar akan kembali paling lambat dalam waktu empat tahun.

Selain mengandalkan lokasi, Resto Alim juga mengandalkan jenis makanan yang bisa mencapai 100 menu. Menu-menu tersebut mulai dari martabak alim, bakmi herbal alim, iga sapi, soto, seafood hingga gado-gado.

Jumlah menu yang berjibun tersebut untuk melayani permintaan makanan dari pengunjung dari berbagai pelosok daerah yang memiliki selera berbeda-beda. Maklumlah, pengunjung wisata datang dari berbagai wilayah.

Menu-menu tersebut, nantinya juga akan dilengkapi dengan menu khusus berupa makanan khas daerah yang menjadi lokasi resto itu berdiri. “Tentunya makan khas itu, sudah saya beri sentuhan,” katanya. Misalnya, makanan khas Bangka yaitu lempah. Jika lempah asli menggunakan ikan, ia membuat variasi dengan bahan baku iga sapi.

Soal harga, Suhanto bilang, kalau harga makanan di Resto Alim sangat ramah bagi kantong. Bahkan, restorannya menyediakan paket makan sepuasnya hanya dengan membayar Rp 15.000. “Tidak hanya orang yang bermobil yang bisa makan di sini, tetapi orang yang naik sepeda pun bisa mampir,” imbuhnya.

Ia mengatakan, saat ini, ada banyak restoran yang mempunyai fasilitas lengkap namun menjual makanannya dengan harga tinggi. Sebaliknya, restoran yang memiliki makanan enak dan murah tak memiliki tempat nyaman dan pelayanannya kurang memuaskan. “Saya tak mau seperti itu,” kata dia.

Itulah sebabnya, dengan harga makanan yang murah, pengunjung Resto Alim berlimpah. Omzet harian yang diterimanya juga terbilang besar yakni Rp 9 juta per hari. Dengan omzet sebesar itu, Suhanto yakin tawaran waralaba Resto Alim-nya akan menarik para pemilik modal.

Apalagi saat ini masih banyak tempat wisata menjanjikan yang belum tergarap, terutama di daerah yang ekonominya sedang berkembang. “Ketimbang berinvestasi di asuransi, bisnis resto ini masih lebih baik dan punya jaminan yang bagus ke depan,” katanya menyakinkan.

Khoirul Salim, pakar bisnis dan pengamat waralaba mengatakan, konsep yang ditawarkan Suhanto punya potensi bisnis yang cukup menjanjikan, utamanya di daerah wisata yang memiliki tradisi makan di luar seperti di Aceh, Kepulauan Riau, dan Batam.

Selain di lokasi wisata, konsep resto seperti ini juga cocok di tempat-tempat yang dijadikan transit, seperti jalan tol. Dengan investasinya cukup tinggi, investor harus cermat dalam manajemen usaha. (peluangusaha.kontan.co.id)

Pos ini dipublikasikan di Peluang Bisnis dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s