Peluang Bisnis Katering Sehat

Kesadaran masyarakat mengasup makanan sehat menjadi peluang gurih bagi pengusaha katering. Tak hanya memasok makanan sehat, pengusaha katering juga menyediakan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi para pelanggannya. Omzet mereka bisa mencapai Rp 100 juta lebih per bulan.

karena penyakit ginjal yang hinggap di dalam tubuhnya dua tahun lalu, dokter menyarankan Abdul Rosee Cendrawasih agar mengonsumsi makanan tanpa pengawet. Tapi, tak mudah buatnya menemukan makanan sehat. Kalaupun ada, harganya selangit.

Willy, begitu Abdul Rosse biasa disapa, kemudian datang ke rumah sahabatnya, Nila Kristiana dan Deni Hermawan. Ia mengajak suami istri pengusaha katering ini berbisnis makanan sehat. Tidak cuma untuk orang berpenyakit, tapi juga untuk orang sehat.

Akhirnya, berdirilah Hijau Organic Catering pada 2008 dan menjual aneka menu berbahan organik non-MSG. Porsi makanan pun disesuaikan tubuh pemesan.

Willy merogoh kocek sebagai modal awal sebanyak Rp 63 juta untuk bahan baku, peralatan, dan program nutrition facts. Ia juga menyulap rumahnya di Cibubur jadi dapur usaha.

Sebagai pengganti MSG, Willy membeli penyedap berbahan sayur dan jamur dari Singapura. Awalnya, ia mengatakan, banyak orang yang menanyakan rasa makanan tanpa MSG. “Mereka khawatir makanan tersebut seperti di rumahsakit, hambar, tak terasa apa pun,” kata Willy.

Itu sebabnya, Willy kemudian mempersilakan calon pelanggannya menci-cipi makanan sehat buatan Hijau Organic Catering. Willy menyediakan tiga paket menu, yakni healthy meal, softly diet, dan lunch box organic dengan harga mulai Rp 770.000 hingga Rp 2,47 juta per paket. “Pelanggan juga dapat berkonsultasi gratis dengan empat ahli gizi kami,” ungkap Willy.

Pelanggan Willy adalah karyawan yang berkantor di seputar Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said, Jakarta. Total, ada 52 orang yang kebanyakan dalam kondisi sehat. Mereka mengonsumsi makanan sehat lantaran semata ikut tren saja.

Dari situ, Willy menghasilkan omzet lebih dari Rp 100 juta. Bulan lalu saja, ia mengantongi pendapatan sebesar Rp 138 juta hanya dari 48 pelanggan. Toh, “Omzet saya belum stabil karena usaha ini belum dikenal orang,” ujarnya.

Untuk itu, pria 30 tahun ini berencana membuka beberapa gerai pada awal tahun depan. Ia juga berniat menawarkan waralaba dengan investasi Rp 70 juta.

Pemain lain, Rini Widiastuti, membuka katering sehat Dapur Bunda Tata di Malang, Jawa Timur, karena kerap melihat banyak pasiennya tidak mengonsumsi makanan sehat. Dokter umum ini juga melihat banyak lansia (lanjut usia) yang tidak dapat asupan sehat. “Akhirnya saya buka katering makanan sehat empat bulan lalu,” katanya.

Perempuan 34 tahun ini menawarkan paket ekonomis seharga Rp 15.000 per menu untuk keluarga dan karyawan kantoran, serta Rp 25.000 per menu untuk orang-orang berpenyakit ginjal, jantung, dan diabetes. “Menu makanan saya tidak mengandung MSG,” tutur Rini.

Dalam sebulan, Rini bisa mendapat omzet Rp 10 juta. Menurutnya, usaha katering sehat menguntungkan. Sebab, banyak orang yang mulai memperhatikan nilai gizi makanannya. (peluangusaha.kontan.co.id)

Pos ini dipublikasikan di Peluang Bisnis dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s