Cozy Terinspirasi dari Kebutuhan Pasar Lokal

Spa dengan konsep massage semakin menjamur. Tak terkecuali di Bali. Hanya saja, spa masih identik dengan pelayanan mewah dan mahal di Pulau Para Dewa ini. Maklum, turis asing lebih mendapat tempat istimewa di destinasi wisata mancanegara macam Bali.

Cozy dengan konsep city spa di Kuta Bali, lahir di balik kondisi ini. Dua sahabat perempuan, Debbie M Suganda dan Ina Rotul SY melihat kondisi ini dengan kerisauan. Melihat bahwa orang lokal, terutama kalangan pekerja di Bali, sulit menemukan pelayanan spa yang murah dan enak.

“Murah dan enak, konsep ini yang kita ciptakan di Cozy spa. Kebanyakan spa saat itu harganya mahal dengan segmen turis asing,” papar Debbie kepada Kompas Female.

Cozy yang mengukuhkan pelayanan pada foot reflexology, berdiri pada 26 November 2002. Seperti dikatakan Debbie, awal berdirinya Cozy adalah menjawab kebutuhan segmen lokal. Mendapatkan pelayanan massage berkualitas dan tentu saja, harga yang murah.

Debbie dan Ina mengaku penggemar pijat, dan terbiasa dipijat sejak kecil. Karenanya, kedua ibu muda ini paham betul titik pijatan yang benar dan enak. Kedua perempuan pebisnis ini memang tak main-main soal pelayanan. Bagi keduanya, teknik pijatan yang benar menjadi ilmu wajib bagi semua staf yang dipanggilnya terapis. Pengalaman keduanya sebagai konsultan spa juga membekali keinginan kuat memberikan pelayanan murah dan enak untuk segmen lokal.

“Teknik pijatan harus benar, cara pengambilan titik pijatan, tekanan yang tepat dan sesuai kebutuhan tubuh, hingga teknik pernafasan terapis perlu diperhatikan detil. Kesiapan terapis penting untuk memberikan pijatan dengan hati dan mengeluarkan energi positif,” jelas Debbie.

Detil teknik pijatan inilah yang menjadi pembeda Cozy dengan spa lainnya. Bahkan, untuk menjamin, terapis bekerja dengan teknik tepat, calon terapis dikatakan lulus masa training jika mampu memberikan pijatan yang memuaskan Debbie dan Ina. Tolok ukur ini akan menentukan, apakah calon terapis melakukan pijatan dengan benar sesuai standar kualitas Cozy.

Imej murah, enak, simpel, dan bersih melekat pada Cozy spa. Bahkan begitu memasuki gedung ruko yang menjadi ciri khas city spa, aroma aromaterapi raspberry  khas Cozy (Bali dan Jakarta- RED) menyambut Cozy lovers, sebutan untuk para pelanggan.

“Pemilihan raspberry memberi kesan pop, chic, kasual,” kata Debbie, menambahkan kesan lembut dan segar, tanpa banyak ukiran atau detil desain lainnya menjadi ciri khas desain interior Cozy.

Debbie menuturkan, bisnis spa miliknya diawali dengan modal awal sekitar Rp 400 juta. Sebuah gedung di Sunset Road, Kuta kemudian disewa.Hingga kini, Cozy masih betah di kawasan keramaian ini. Hanya saja, gedung tersebut menjadi hak milik, pada tahun ke-empat berjalannya bisnis. Saat Kompas Female mendatangi Cozy Bali minggu lalu, Cozy Bali tengah membangun gedung ekstension tak jauh dari gedung utama.

Bisnis spa dengan dedikasi khusus untuk segmen lokal berjalan mulus. Debbie mengakui keberhasilannya tak lepas dari loyalitas dan kinerja dari total 79 karyawannya.

Cozy memperhatikan betul kualitas dan kesejahteraan karyawan. Keuntungan lebih dari Cozy, didedikasikan juga untuk karyawan, dengan memberikan asuransi dan dana pensiun sesuai lama bekerja dan loyalitasnya. Konsep manajemen bisnis yang diterapkan memang unik. Debbie dan Ina masih menerima gaji, dan tidak menggaji manajer agar bisa fokus mengontrol kualitas pelayanan.

“Pemilik harus datang setiap hari, bergantian, kontrol bisnis langsung tanpa perlu manajer,” jelas Debbie yang percaya diri bahwa cara inilah yang membuat Cozy sukses menggaet pasar lokal dan turis asing.

Menyasar lokal, terkenal di mancanegara

Perputaran bisnis Cozy cukup cepat, dengan rata-rata pengunjung per harinya 180 orang. Tamu asing seperti turis Jepang, Korea dan negara lainnya hingga Eropa, banyak yang menjadi pelanggan setianya.

“Banyak dari tamu yang tadinya tidak suka pijat, trauma karena sakit, begitu mencoba di Cozy, mereka jadi pecandu,” ujar Debbie, mengaku foot reflexology menjadi andalan Cozy menggaet tamu.

Debbie berani menjamin, Cozy memberikan teknik pijatan yang tidak sakit. Jaminannya, tamu tidak perlu membayar, atau ganti terapis atau ganti perawatan jika memang tidak enak. Namun, yang terjadi adalah, tamu menemukan kenikmatan berbeda dari teknik pijatan Cozy. Kepuasan tamu inilah yang menjadi promo gratis hingga ke luar negeri.

“Banyak tawaran dari luar negeri datang, untuk membuka reflexology di negaranya. Namun semua buntu saat membicarakan tenaga kerja,” kata Debbie, yang mengaku tak ingin memberikan training ke pekerja asing, dan terlalu kompleks masalahnya ketika membawa pekerja lokal ke luar negeri.

Jadi, sebaiknya tamu asing berkunjung saja ke Cozy Bali atau Jakarta jika ingin merasakan sensasinya. Semua tamu perlu disiplin dengan waktu. Reservasi lebih baik, dan jangan risih ketika Cozy menghubungi 15 menit sebelum waktu pijat (untuk Cozy Bali) atau 30 menit (Cozy Jakarta). Cara ini bagian dari pelayanan, memastikan tamu datang, agar tamu lain yang antri tak kecewa.

Tamu juga tak bisa memilih terapis, karena toh semua memiliki kualitas setara. Lagipula, satu terapis hanya dibatasi untuk empat tamu perharinya. Sekali lagi, kualitas nomor satu dengan menjaga stamina terapis.

Tak sembarangan membuka cabang

Dengan konsep tertata rapi, Cozy tak sembarangan membuka cabang dengan sistem franchise. Debbie menegaskan, pebisnis spa city ala Cozy perlu memiliki passion di bidang massage. Konsistensi dan fokus pada bisnis menjadi kunci utama lainnya.

“Cozy Jakarta ditangani oleh Yoris dan Debby yang saya yakin memiliki konsistensi bisnis. Pemiliknya bukan hanya punya uang namun juga harus memiliki spirit yang sama,” jelas Debbie.

Jenis perawatan

Jangan membayangkan spa dengan mandi bunga. Namun, jika Anda mencari kebugaran dan relaksasi dari pijatan, Cozy menawarkannya. Suasana hening dan nyaman menjadi karakter lainnya. Anda perlu menjaga sikap, dengan meninggalkan semua kesibukan, termasuk komunikasi dengan ponsel. Agar tak bosan, Anda akan disuguhkan pilihan musik sesuai selera. Musik jazz atau keroncong, semua ada.

Dari beragam pilihan perawatan, kebanyakan perempuan yang datang di Cozy Bali, mencari perawatan lulur, facial, manicure-padicure, body massage dan scalp sensation. Sedangkan para lelakinya pecinta foot reflexology.

Namun, perawatan apa yang Anda inginkan kembali kepada kebutuhan saat Anda datang. Jika melihat brosurnya mungkin agak bingung karena banyak sekali pilihan. Perawatan untuk perokok berat juga ada dengan menghirup oksigen murni selama 20 menit, berbarengan dengan shiatsu head massage plus foot massage misalnya.

“Sebaiknya setiap kali datang ke Cozy, berani mencoba setiap perawatan, agar bisa merasakan sendiri perbedaannya. Perawatan menyesuaikan kebutuhan tubuh saat tamu datang,” kata Debbie, menyebutkan perawatan Cozy Bali dibanderol mulai Rp 50.000 untuk Cozy Breath Free Oxygen hingga Rp 180.000 untuk facial. Kedua perawatan ini hanya ada di Bali.

Perawatan paling tenar, foot reflexology selama 1,5 jam dihargai Rp 90.000 saja. Anda juga bisa memilih perawatan berdasarkan lama waktunya. Dibandingkan dengan cabangnya di Jakarta, Cozy Bali lebih murah Rp 10.000 saja. Soal kualitas, Debbie menjamin, cabang Cozy di manapun memberikan pelayanan yang sama.

“Mungkin suasana saja yang membuat terkesan berbeda. Suasana Bali berbeda dengan Jakarta, misalnya,” canda Debbie,

Namun ada persamaan dari kedua kota ini, Cozy lovers Bali dan Jakarta dapat mengenali tubuhnya, yang meminta segera datang ke Cozy untuk alasan kebugaran dan kesegaran. Menjadi cantik dan tampan adalah nilai plus dari relaksasi di Cozy. (female.kompas.com)

Pos ini dipublikasikan di Info Bisnis dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s