Lokasi Pasar Malam Mangkunegaran Jadi Arena Khusus Kesenian

TEMPO Interaktif, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta berencana untuk menutup Pasar Malam atau Night Market Ngarsapura, yang telah berlangsung sejak tahun lalu. “Kawasan Ngarsapura akan digunakan untuk kegiatan seni dan budaya,” kata Wali Kota Surakarta, Joko Widodo, pada Selasa (30/11).

Kawasan Ngarsapura, yang merupakan ruang terbuka di depan Keraton Mangkunegaran itu, selama ini diisi ratusan pedagang kerajinan dan cenderamata. Saat peresmian koridor Ngarsapura Desember tahun lalu, pemerintah sengaja menempatkan para pedagang di sana untuk menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan. Para pedagang diberi kesempatan untuk berjualan di sepanjang jalan setiap Sabtu malam.

Joko menilai, saat ini kawasan Ngarsapura sudah cukup berhasil menjadi kawasan yang banyak dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Selain itu, banyak masyarakat yang menggelar kegiatan seni budaya di lokasi yang sebelumnya dipenuhi dengan pedagang barang elektronik tersebut.

Kini, pemerintah akan memindahkan para pedagang akan dipindahkan ke Koridor Gatot Subroto (Gatsu), kawasan perdagangan baru yang akan dibangung di sepanjang Jalan Gatot Subroto. “Kami telah mendapatkan anggaran senilai Rp 10 miliar dari pemerintah pusat,” kata Joko. Dia berharap, pemindahan tersebut akan mampu menciptakan pemerataan ekonomi di Surakarta.

Koridor Gatsu tersebut, menurutnya, sangat strategis sebagai pusat perdagangan cenderamata dan kerajinan, sebab jalan tersebut merupakan pintu masuk ke kawasan Laweyan, yang menjadi salah satu sentra industri batik di Kota Surakarta.

Tempat baru itu akan mampu menampung sekitar dua ribu pedagang. Menurut Joko, Kawasan tersebut juga akan menjadi ruang pamer dari pengusaha kerajinan skala mikro dan rumah tangga dab pemerintah akan menetapkan kriteria bagi pedagang yang akan menempati kawasan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta, Agus Djoko Witiarso, pemerintah akan membangun sebuah selasar di sepanjang Jalan Gatot Subroto, yang panjangnya sekitar 300 meter. “Kami memasang atap di sepanjang tepi jalan,” kata dia.

Menurut Agus, selasar tersebut akan digunakan untuk menampung sekitar 1.500 pedagang kerajinan. Adapun 500 pedagang lain akan berjualan di tengah jalan di akhir pekan. “Jalan Gatot Subroto akan ditutup setiap malam Minggu,” katanya.

Pembangunan Koridor Gatsu akan dimulai pada awal tahun depan dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga bulan.

Ahmad Rafiq

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s