Hiasan Interior Cantik dari Kain Batik

Kain batik selama ini hanya dipergunakan untuk pakaian saja. Namun, di tangan Datie, fungsi kain batik diubah menjadi hiasan interior bernama beskap nusantara. Disebut beskap nusantara karena karya Datie mewakili seluruh pakaian adat nusantara. “Ada 33 desain,” kata Datie, baru-baru ini.

Datie mengaku mulai berkarya lewat batik pada 2009. “Kebetulan pada 2009 (batik) booming, dimana semua daerah membuat batik,” ucap wanita berambut putih ini.

Karya pertama Datie terinspirasi baju-baju kebesaran dari Yogyakarta milik eyangnya. “Saya modifikasi (baju-baju kebesaran) dengan modern,” ujar Datie. Dari situ, ia mulai mengumpulkan kain-kain tulis tulis serta kain-kain tenun. “Untuk modifikasi pekerjaan saya,” tutur Datie. Selain itu, ia juga mengumpulkan aksesoris-aksesorir.

Kain-kain batik itu kemudian digabungkan agar batik-batik dari daerah muncul, seperti batik dari madura. “Tapi dengan pakem yang warnanya cokelat,” kata Datie. “Karena dengan warna cokelat atau krem bisa cepat match. Jadi ada nuansa modern, tetapi pakem-pakemnya bisa kepegang,” ujarnya.

Untuk membuat beskap, Datie pasti menggunakan aksesoris keris. Sementara untuk wanita, dia hanya membuat simbolik-simboliki atau perhiasannya. “Produk batik yang sudah ada desainnya saya tambahkan benang agar supaya kelihatan benang dan aksesoris. Aksesorisnya sederhana, tapi saya bikin biar ada kesan kharisma,” ucapnya.

Lantas, apa keunikan karya Datie dengan yang lainnya. “Saya lebih berani main di detail,” tutur Datie. “Karena detail itu menunjukkan bahwa kreativitas dari kemampuan desinaer, khususnya hendicraft akan terlihat.”

Datie mengaku selama ini tidak ada kendala di Indesia karena banyak orang yang mengyukai karya-karyanya. “Kalau saya ikut pameran di dalam negeri, dibeli orang asing,” ucapnya. “Kalau saya pameran di luar negeri, dibeli orang kedutaan Indonesia.”

http://berita.liputan6.com/caberawit/201010/299566/Mengubah.Kain.Batik.Jadi.Hiasan.Interior.Cantik

Pos ini dipublikasikan di Artikel Bisnis dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s