NKRI Harga Mati!

BREBES, KOMPAS.com — Unjuk rasa untuk menyatakan perlawanan terhadap Malaysia terus meluas. Setelah sehari sebelumnya ratusan orang yang tergabung dalam Simphoni Kebangsaan berunjuk rasa di Kabupaten Tegal, kini giliran puluhan anggota Forum Laskar Merah Putih Brebes mengadakan unjuk rasa serupa di halaman Gedung DPRD Brebes, Selasa (31/8/2010).

Mereka meneriakkan perlawanan terhadap Malaysia, yang dinilai telah menginjak-injak kedaulatan bangsa Indonesia. Para peserta unjuk rasa menusuk bendera Malaysia dengan bendera Indonesia yang dipasang pada bambu. Selanjutnya, mereka juga membakar bendera Malaysia.

Sebelum berunjuk rasa, para anggota Laskar Merah Putih membuka posko sukarelawan yang bersedia dikirim ke Malaysia. Ketua Forum Laskar Merah Putih Brebes Bambang Ristanto mengatakan, jumlah pendaftar yang sudah menyatakan kesediaannya menjadi sukarelawan di Malaysia sebanyak 20 orang. “Kita mulai dari anggota Forum Laskar Merah Putih,” katanya.

Dalam unjuk rasa tersebut, lanjut Bambang, mereka meminta agar pemerintah memberikan payung hukum kepada TNI untuk menindak tegas oknum asing yang melanggar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk oknum dari Malaysia.

Mereka juga meminta agar DPRD Kabupaten Brebes mengirimkan surat ke Presiden untuk segera mengambil sikap tegas terhadap Malaysia. Sebagai bangsa yang merdeka, Indonesia harus dihargai dan dihormati kedaulatannya.

Syaefudin Tri Rosanto, Sekretaris Forum Laskar Merah Putih Brebes, mengatakan, sebenarnya masyarakat mencintai perdamaian. “Namun, apabila perdamaian tidak bisa terwujud, upaya yang bisa dilakukan dengan melawan. Pokoknya NKRI harga mati,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes Asmawi Isa, saat menerima para pengunjuk rasa, berjanji akan segera menindaklanjuti tuntutan tersebut. Ia dan para pimpinan DPRD lainnya akan mengadakan rapat untuk segera melayangkan surat kepada Presiden.

Sebagai wakil rakyat, ia juga sepakat untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia. “Saya setuju NKRI harga mati,” tambah Asmawi.

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s