Kasus Pencabulan Anak Naik 100 Persen

Kasus pencabulan terhadap anak tahun ini naik 100 persen dibanding pada tahun lalu. “Tahun ini sangat marak kasus kekerasan seksual terhadap anak, meningkat sekitar 100 persen,” kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait kemarin.

Berdasarkan data Komnas Anak periode Januari sampai Juni 2010, tercatat sekitar 2.000-an kasus kekerasan terhadap anak. “Sebanyak 60 persen di antaranya adalah kekerasan seksual,” kata Arist. Angka itu sama dengan 1.200 kasus.

Sedangkan sepanjang tahun lalu terdapat 1.998 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah itu, 62 persen atau 1.238 kasus adalah kekerasan seksual, sedangkan sisanya kekerasan fisik.

Arist mengatakan mayoritas pelaku adalah orang dekat korban, yakni orang tua kandung, orang tua angkat, keluarga, atau tetangga korban. “Sangat memprihatinkan,” katanya.

Faktor penyebab maraknya kekerasan anak, katanya, mulai dari tekanan ekonomi, depresi orang tua, dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak. “Faktor pengawasan dan kepedulian lingkungan yang lemah juga menjadi pemicunya,” katanya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah memberi perhatian lebih dan mencegah terjadinya kekerasan pada anak. “Saat ini Komnas Anak sudah berkerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana DKI Jakarta untuk mendorong RT serta RW ikut melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya kekerasan pada anak,” ia menuturkan.

Model pengawasan itu nantinya dengan membuat tata tertib lingkungan yang khusus mengatur pengawasan dan perlindungan anak di tingkat RT atau RW. “Selama ini yang ada baru tata tertib tamu atau pendatang 1 x 24 jam yang mesti melapor,” katanya.

Pengurus RT, termasuk penggerak PKK dan warga, diharapkan melakukan intervensi dan deteksi dini jika ada indikasi kekerasan anak. “Akhir Desember kami harap sudah bisa jalan, dengan menjadikan DKI sebagai pilot project-nya,” ujar Arist.

http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/08/31/brk,20100831-275172,id.html

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s