Suntik Elpiji, 3 Rumah Hancur

Sebuah rumah kontrakan yang digunakan sebagai tempat penyuntikan tabung gas elpiji 12 kilogram di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), hancur akibat ledakan tabung gas, sementara pelaku pengoplosan Gatot Sunyato (31), mengalami luka bakar hingga 80 persen, Senin (30/8/2010).

Ledakan tabung gas tersebut juga merusak dua rumah di samping dan belakang rumah korban. Gatot yang mengontrak rumah di Kampung Rawa Bogo, Jalan Selatan Satu, RT01 RW18, Kelurahan Jatimekar, saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Global Kalimalang, Bekasi.

“Ledakan gas suaranya sangat keras hingga menghancurkan tiga rumah masing-masing kontrakan korban, dan dua rumah lainnya milik Sanim dan Sarjono yang berada disamping dan belakang rumah korban,” ujar tetangga korban, Epen (41), di Bekasi, Senin.

Akibat ledakan itu, kata dia, rumah kontrakan Gatot porak poranda, kayu kusen dan teralis jendela besi rumah dua lantai itu terpental. Sementara, dinding tembok sebelah kiri rumahnya jebol, sebagian bangunan di lantai dua rumahnya juga hancur.

Epen mengaku mendengar ledakan yan sangat keras saat dia dan delapan orang anaknya sedang menonton televisi. “Ledakannya keras sekali, saya pikir akan kiamat,” ujarnya.

Suara itu memancing perhatian warga untuk mendatangi sumber ledakan. “Korban sudah satu tahun tinggal di kontrakan itu. Namun, selama ini saya tidak mengetahui kalau dia melakukan aktivitas penyuntikan gas,” katanya.

Menurut Epen, dia dan warga sekitar mencurigai adanya penyuntikan sejak dua bulan lalu. Sebab, dia dan beberapa warga sering mencium bau gas yang menyengat jika melewati depan rumah kontrakan korban.

“Awalnya dia hanya agen tapi sudah dua bulan ini saya sering dengar suara gas bocor,” katanya.

Sementara itu, pemilik rumah Mulyani (40) mengaku tidak mengetahui jika korban melakukan aktivitas penyuntikan gas. Dia hanya mengetahui Gatot adalah agen gas elpiji 3kg dan 12 kg.

“Saya sendiri tidak tahu rumah ini dijadikan lokasi penyuntikan gas. Mungkin bila sebelumnya saya tahu, saya juga tidak berniat mengontrakkan rumah ini ke dia,” katanya.

Sementara itu, hasil kajian polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga penyuntikan gas dilakukan di kamar mandi rumah itu. Indikasi itu diketahui saat polisi menemukan selang pipa besi ukuran sekitar 10 sentimeter, tabung gas 12 kg yang diatasnya terdapat tabung gas 3 kg.

Aparat Kepolisian Sektor Jati Asih juga menemukan 26 tabung ukuran 3 kg dan 16 tabung ukuran 12 kg dari TKP. Selain itu, polisi pun menemukan gudang penyimpanan di dekat kandang ayam di belakang rumah kontrakan itu berisi 53 tabung gas 3 kg, dan 14 tabung ukuran 12 kg di rumah Darsono, teman bisnis Gatot yang juga kakak iparnya.

http://www.surya.co.id/2010/08/30/suntik-elpiji-3-rumah-hancur.html

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s