Pengendara Motor Tolak Pembatasan

Para pengendara sepeda motor menolak rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi sepeda motor yang boleh melintas di jalan protokol. Rencana Dinas Perhubungan DKI membatasi sepeda motor di jalan protokol, menuai protes keras.

Sebanyak 350 pengendara sepeda motor yang tergabung dalam LSM Road Safety Association (RSA), berunjuk rasa di Silang Monas, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Rombongan konvoi RSA menempuh rute dari Senayan, Bundaran HI, dan berakhir di Monas. Mereka menuntut pembatasan kendaraan di jalur protokol jangan hanya sepeda motor. Selain itu pemerintah sebaiknya membenahi dulu sarana transportasi angkutan umum.

“Kami mendengar pemerintah mau mengeluarkan kebijakan pembatasan roda dua, sementara transportasi belum beres. Kenapa cuma sepeda motor yang dibatasi, yang lain nggak. Sarana transportasi angkutan umum dibenahi dulu, transportasi disediakan yang memadai dari segi keamanan, kenyamanan, dan kebersihan. Pembatasan harusnya jangan hanya pada sepeda motor tapi juga ada pengaturan yang adil,” ucap Asmoro, salah satu anggota RSA, kepada wartawan, di Bundaran HI.

Dikatakan Asmoro, dia bekerja sebagai seorang PNS di sebuah kantor di Kuningan Barat. Dari rumahnya di Sunter, Jakarta Utara, tiap hari Asmoro selalu menembus Jalan MH Thamrin lewat Jalan Jenderal Sudirman-Gatot Subroto, untuk sampai ke kantornya. Otomatis kata Asmoro, jika rencana itu diberlakukan, maka dia sangat keberatan.

Koordinator Lapangan RSA, Rahmat Faizal Dito, mengatakan, awalnya LSM
RSA ini dari komunitas pengguna motor dan pengguna jalan. Mereka mendapat informasi soal rencana pembatasan sepeda motor dari media massa.

Menurut Dito, sebenarnya pihaknya tidak menolak rencana pembatasan motor itu asalkan Pemprov DKI membenahi dulu sarana transportasi umum yang memadai. Dito mengatakan, mereka sudah melakukan pendekatan dengan unsur Ditjen Perhubungan Darat, Ditlantas Polri, Polda, dan Pemprov DKI.

“Mereka menerima masukan kami,” tuturnya.

Dalam aksi damai di Bundaran HI, massa RSA membentangkan spanduk bertultskan, “Kami muak dengan kemacetan ini. Kami naik sepeda motor karena kegagalan pemerintah, jangan batasi kami sebelum pemerintah beraksi.”

Sebelumnya Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono mengatakan, rencananya pemerintah akan membatasi sepeda motor dari Blok M -Kota atau di sepanjang Koridor I. Rencana ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan di jalur SudirmanThamrin-Kota.

megapolitan.kompas.com/read/2010/08/30/1132212/Pengendara.Motor.Tolak.Pembatasan

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s