Gadis Cantik Ini Tarifnya Rp 1 Juta

Aparat Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya berhasil membongkar praktik trafficking atau penjualan gadis di bawah umur serta membekuk seorang pelaku yang merupakan mucikari.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo mengatakan, pihaknya membongkar kasus ini setelah menerima informasi bahwa seorang mucikari memiliki gadis-gadis yang masih belia.

“Setelah kami telusuri, ternyata benar. Pelaku kami ringkus ketika sedang melakukan transaksi di Hotel Fortuna Surabaya. Tanpa bisa mengelak, pelaku kami gelandang ke kantor polisi,” ujarnya, Senin (30/8/2010).

Pelaku berinisial PS, warga Jalan Larangan, Kenjeran, Surabaya. Kini, pria usia 27 tersebut ditahan di Polrestabes dan masih menjalani pemeriksaan untuk membongkar kasus ini lebih lanjut.

“Perbuatan yang dilakukan pelaku ini termasuk trafficking karena melakukan jual beli anak di bawah umur. Gadis-gadis yang ditawarkannya berusia mayoritas di bawah 17 tahun,” tutur Anom.

Sebelum ditangkap, polisi memang sudah memantau sepak terjang pelaku sejak lama. Hingga akhirnya polisi mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi antara PS dan seorang lelaki hidung belang pada pertengahan pekan lalu.

“Ketika ditangkap, pelaku sedang menawarkan gadis berinisial SD (16) dan VI (17). Kedua gadis itu warga Jalan Simopomahan, Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Wiwik Setyaningsih mengemukakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya, tercatat pelaku memiliki 17 gadis yang siap dijual.

Diduga kuat PS merupakan anggota jaringan trafficking yang selama ini beraksi. Hanya saja, di depan penyidik, pelaku bersikeras hanya melakukannya seorang diri.

“Penyidik tidak percaya begitu saja dan masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Siapa tahu pelaku memang termasuk dalam kelompok atau jaringan khusus,” ujar Wiwik.

Tarif untuk SD dan VI berkisar hingga Rp 1 juta. Dari jumlah tersebut, pelaku mengambil bagian antara Rp 500 hingga Rp 700.000. Tidak hanya itu, PS juga masih mendapat keuntungan dari pelanggannya.

Selain memeriksa pelaku dan para gadis yang statusnya sebagai saksi, polisi juga menyita barang bukti berupa akta kelahiran asli SD yang terlahir di Surabaya, 30 Agustus 1994, satu lembar ijazah madrasah tsanawiyah, serta ponsel merek Nokia.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 juncto Pasal 17 UU RI 21/1997 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) atau Pasal 88 UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.

http://regional.kompas.com/read/2010/08/30/20265392/Gadis.Cantik.Ini.Tarifnya.Rp.1.Juta-5

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s