Peluang Bisnis Parcel Lebaran

Jelang hari raya Idul Fitri adalah waktu bersuka ria bagi pengusaha parsel. Saat mendekati Lebaran, pesanan parsel mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Agar penjualan terus naik, sebagian pebisnis parsel enggan menaikan harga jual parsel bikinannya.

Mendekati libur Idul Fitri, para perajin parsel didera kesibukan yang padat. Mereka mulai mempersiapkan produk parsel untuk dijual ke konsumen. Maklum, menjelang Lebaran adalah waktu favorit penjualan parsel.

Seperti yang dialami Yuli, pemilik Elcon Parcel di Surabaya. Jelang Lebaran, pesanan parsel Elcon naik dua sampai tiga kali lipat ketimbang waktu biasa. “Kenaikan permintaan parsel akan terasa dua atau satu pekan sebelum Lebaran,” kata Yuli yang menggeluti bisnis parsel sejak tahun 1990 lalu.

Walaupun pekan ini pesanan belum naik signifikan, Yuli yakin pesanan parsel naik dua pekan sebelum Lebaran. Yuli bilang, jumlah penjualan parsel miliknya bisa naik dari 20 buah parsel per hari menjadi 40-60 parsel per hari.

Selain melayani pesanan parsel di Jawa Timur, Yuli juga melayani permintaan serta pengiriman parsel untuk daerah Kalimantan dan juga Sulawesi. “Pengiriman menggunakan agen travel,” jelas Yuli yang ogah bilang margin usaha yang diperolehnya.

Yang pasti, Yuli mengklaim tidak menaikkan harga jual parsel saat permintaan parsel naik. Ia menjual parsel seperti tahun lalu, mulai dari harga Rp 100.000 hingga Rp 1,5 juta.”Tergantung isi, semakin banyak dan berkualitas, makin mahal harganya,” urai Yuli.

Isi parsel milik Yuli itu adalah makanan, minuman, dan produk berbahan keramik. Pelanggan Yuli tak hanya dari perusahaan, tapi juga pelanggan ritel.

Selain Yuli, ada juga Harni Kusniyati, pedagang parsel di dunia maya yang memanfaatkan momentum Lebaran untuk menjual parsel berisi perlengkapan ibadah.

Melalui toko online-nya Izar Parcel, Harni menjual parsel perlengkapan ibadah laki-laki dan juga untuk perempuan. Harganya mulai dari Rp 400.000 – Rp 450.000, tergantung kualitas.

Isi parsel perlengkapan ibadah itu adalah; baju koko, peci, sajadah, mukena, sarung, kerudung dan tasbih. “Varian bisa dipesan sesuai dengan selera,” kata Harni yang membuka usaha sejak tahun 2008.

parsel perlengkapan ibadah milik Harni mulai dipasarkan sejak Ramadan 2010 lalu. Hasilnya, Harni sukses menjual 50 paket parsel seharga Rp 450.000 per paket. Selama Ramadan 2010, Harni mengantongi penjualan Rp 22,5 juta dari penjualan parsel perlengkapan ibadah saja.

Harni mengatakan, penjualan parsel tahun ini lebih baik ketimbang tahun lalu. Selama dua pekan saja, ia sudah menjual 10 parsel dan mengerjakan 50 parsel pesanan. “Permintaan naik 80%,” kata Harni yang juga membuat parsel makanan dan minuman. Untuk parsel makanan dan minuman itu, Harni membanderol harga mulai Rp 150.000 per parsel. “Pesanan parsel dengan isi makanan dan minuman naik 50%,” terang Harni yang juga ogah bilang margin usaha yang ia dapat.

Sumber

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel Bisnis, Peluang Bisnis, Peluang Usaha. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s